Menabung Itu Mudah: Yuk Dimulai!

Menabung Itu Mudah: Yuk Dimulai!

menabung itu mudah

Ternyata sudah 6 tahun aku bergelut di dunia mencari nafkah yang sesungguhnya. Yang kata banyak orang, dunia ini kejam. Tapi, buat aku pribadi, dunia kerja adalah panggung pembelajaran yang sesungguhnya. Banyak yang akhirnya dipelajari di sana, sesuatu yang tak pernah terbayang sebelumnya. Termasuk tentang pentingnya menabung.

Paling sebel adalah saat harus jawab pertanyaan, “Sudah menabung berapa banyak?”.

Awalnya sebel, berasa dikepoin. Padahal, setelah dipikir-pikir ini justru memang sesuatu yang seharusnya jadi konsen terbesarku. Kerja sudah selama ini kok nggak punya apa-apa, kok nggak menabung, kan lucu.

“Ti, nabung makanya!”

Nasihat mama yang selalu berhasil aku abaikan. Dengan alasan tak cukup gajinya buat menabung. Padahal, akunya yang masih besar pasak dari pada tiang. Gimana mau menabung? Gaya hidupku sering nampak “Look Rich”padahal bukan “Crazy Rich”.

Ini baru sangat terasa saat aku sedang merenung beberapa hari yang lalu di toilet kantor. Di jam kerja yang begitu padat, masih untung aku merasa mules. Jadi ada waktu untuk menenangkan pikiran.

tsahh..

Di tengah-tengah semedi siang bolong, aku menemukan pemikiran yang bijak. Enam tahun kerja, sehari minimal delapan jam, sebulan  20 hari, setahun 12 bulan. Uangnya kemana aja?

Aku boros? Sudah pasti. Tapi, aku diajarkan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Termasuk urusan uang yang kabur-kaburan nggak pernah betah lama di rekening. Gimana mau menabung.

Aku mulai rajin cari tahu tentang keuangan, terutama cara menabung dengan baik dan benar. Aku banyak banget baca-baca dari web keuangan terpercaya, instastory instagram, sampai postingan beberapa platform keuangan. Dewasa ini, mencari informasi semudah menggenggam ponsel kemudian berselancar di google.

Sore ini, aku menemukan sebuah artikel cerdas yang membahas cara menabung yang sederhana tapi cukup efektif di kaca mataku. Menabung tak jadi sesulit itu, yang penting dimulai, dengan yang paling mudah.

Ada beberapa point penting yang aku highlight dalam memulai menabung itu mudah:

1. Tujuan/Niat.

Di agamaku juga diajarkan. Kalau ingin berbuat baik, baru niat aja sudah dapet pahala. Nah, niat ini harus disertai dengan tujuan yang jelas. Jadi tahu, mau kemena arah hubungannya. Supaya nggak habis motivasi di tengah jalan, kaya aku sama dia, eh malah curhat. Jadi diniatkan dengan tulus dan ikhlas dulu, apa tujuan mau mulai menabung?

2. Memilih Tempat Penyimpanan.

Awalnya sempat merasa, masa iya ini pengaruh? Nabung mah di mana aja yang penting ada yang ditabung. Ternyata setelah dijalananin, baru berasa. Sama ya kaya hubungan sama dia, pas dijalanin baru berasa, eh.

menabung itu mudah
Celengan yang bentuknya lucu dan transparan bikin aku semangat buat ngasih makannya. Kalian paling suka yang bentuknya gimana?

3. Menentukan Pecahan Nominal.

Misal, aku mau nabung uang 5000-an. Bayangkan, kalian punya tempat lucu dan bening yang penuh sama uang 5000-an. gemes banget kan?

Menabung itu, selain mudah ternyata juga menggemaskan dan menyenangkan.

Asli, semenjak rajin mentengin beberapa platform finansial, jadi makin semangat nabung. Tapi, ini adalah sebuah habit baik, dan tak akan pernah jadi mudah untuk dimulai. Kalian pasti tahu kan?

Dan, #MoneySmartMenginspirasi kita terutama aku, bahwa menabung itu mudah. Membiasakannya juga bukan hal yang seberapa sulit. Tapi, hasil yang kita panen dengan menumbuhkan habit ini luar biasa banget.

Jadi, kenapa nggak dimulai dari sekarang? Menabung sedari muda, sedari gaji masih terasa sesak asal hidup. Menabung itu merupakan habit yang sangat baik, wajib dijaga, dilestarikan dan juga ditularkan ke sekitar.

Setelah kalian berhasil menumbuhkan kebiasaan menabung, berikutnya adalah belajar optimasi cara nabungnya. Biar makin hemat dan makin cepat kaya. Lagi-lagi  aku dapat pengetahuan ini dari #MoneySmartMenginspirasi.

Optimalisasi tabungan kita.

1. Langsung tabung begitu kalian terima gaji.

Ini penting sih menurut aku. Karena, kalau kalian menabung dari uang sisa bulanan. Dijamin, nggak akan pernah sisa. Ini sudah terjadi bertahun-tahun di cashflow-ku. Harus ditabung di awal.

2. Mulai menabung dari jumlah yang kecil.

Ada peribahasa klasik, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Menabung bukan masalah berapa nominalnya, tapi lebih ke kebiasaan. Yang perlu dibangun itu habitnya, rasa butuhnya, bukan berapa jumlahnya. Percuma nabung banyak kalau nabungnya seabad sekali.

3. Mulai menabung saham saat butuh hasil maksimal.

Aku sedang sangat tertarik sama bahasan tentang saham ini. Banyak banget yang bilang return dari nabung saham tuh nggak sedikit. Makin bikin penasaran saat mulai sering baca-baca dan cari tahu tentang saham. Tapi, yang aku tahu, ini perlu dipelajari lebih lanjut. Karena returnyang besar pasti punya resiko yang besar juga.

Banyak banget tips tentang menabung, tapi balik lagi ke poin pertama, niatnya apa, tujuannya apa. Aku adalah salah satu contoh yang paling nyata tentang gagal  menabung. Yang jadi membuat ini sangat sulit juga karena aku tak pernah mau memulai.

Bahkan, dari kecil aku nggak terbiasa nabung. Lebih ke nggak pernah pegang uang sih, atau uang yang dipunya selalu pas-pasan. Jadi, begitu mulai bisa earn moneylangsung jadi shock syndrome.

Merasa tiba-tiba dapat uang terasa mudah, tinggal tunggu tanggal 25 setiap bulan. Tanpa berpikir bagaimana cara menyisihkan. Aku malahan sibuk dengan mencoba berbagai cara menghabiskannya.

Menyesal? Selalu setiap tahun. Tapi, sudah sampai situ aja, nggak ada niat berubah. Selalu setiap gajian ingat kewajiban menabung. Kemudian jalan-jalan ke Centrolihat diskon lalu gesek. Hancur sudah semua mimpi dan impian tentang tabung-menabung.

Begitu usia sudah banyak, sadar sudah lama sekali earn moneyand get nothing.Baru sadar, kemana aja uangku selama ini? Dimakan tikus? Kayanya nggak, karena setahuku tikus masih makan sabun, bukan uang.

Mulai lebih konsen tentang segala yang berbau financial planning. Mulai banyak tanya, banyak baca, dan mengukuhkan diri untuk menerapkan. Yuk, sama-sama mulai menabung demi semua mimpi yang tertunda.

Tertunda oleh diskon dan segala kesenangan sesaat, salah satunya urusan perut. Aku mulai melakukan banyak perubahan nyata dalam cash flow-ku belakangan ini.

Ini jadi penting, saat sadar ada banyak hajat besar yang butuh uang besar.  Dari mulai nikah sampai umroh bareng keluarga. Baru sadar, uangnya masih fiktif belaka, masih jadi angan-angan. Mulai paham, ini gimana maksudnya? Kenapa uangnya nggak ada semua.

Atas dasar rentetan kebutuhan dan pertanyaan di atas, aku mulai memutuskan. Harus mulai menabung sekarang. Dengan cara dan langkah praktis di atas, mudah-mudahan akhir tahun ini nggak sedih lagi lihat jumlah saldo di rekening.

Buat teman-teman yang masih berangan-angan punya tabungan, yuk mulai bareng. Pelan-pelan dimulai, yang penting konsisten kan?

***

Tlisan ini diikut sertakan dalam Kompetisi Blog MoneySmart 2019, dengan tema #MoneySmartMenginspirasi.

menabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *