Cerita Aku Dan Calon Buah Hati

Cerita Aku Dan Calon Buah Hati

Kupikir, aku sudah terlatih patah hati. Mengingat betah sendiri sebelum akhirnya resmi sama suami. Ternyata, patah-patah yang lalu gak ada apa-apanya dibanding patah yang aku rasain Desember 2020 lalu. Sejujurnya, gak pernah nyangka akan sepatah itu.

Sejujurnya, aku ndak ada target kapan pengen hamil, sedikasihnya aja. Sampai akhirnya di pertengahan November, aku iseng-iseng test pack dah hasilnya positif. Dari sana baru sadar, aku sebahagia itu hamil, sesenang itu. Aku belum pernah merasakan sesenang itu, membayangkan akan ada nyawa lain di rahim ini. Speechless.

Melihat ekpresi suami saat melihat test pack yang garis dua adalah pengalaman paling gak bisa digambarkan. Karena sebelum testpack aku ada beberapa kali flek-flek, jadi aku sama suami langsung gerak cepat pergi cek ke dokter kandungan.

Begitu sampai di ruang periksa kita langsung USG, sebelumnya dokternya bilang kalau sudah garis dua sudah pasti hamil sambil sekalian mengucapkan selamat ke kami berdua. Tapi kebahagiaan itu jadi agak bikin deg-degan waktu hasil USG menunjukan bahwa belum terlihat kantung hamil.

Dokter mencoba menenangkan, balik lagi minggu depan ya Bu. Kita coba cek lagi, sekaligus aku dikasih vitamin asam folat. Aku mulai berlebihan searching tentang kehamilan yang masih belum terlihat kantung hamil. Ada banyak jawaban yang aku dapat, salah satunya tentang beberapa kemungkinan yang kurang baik.

Aku mulai sedikit stress dan over thinking. Ternyata sebelum genap seminggu, aku flek lagi. Kita berdua balik lagi ke dokter dan dikasih obat pengaut dan diminta bedrest beberapa hari. Di hari Kamis aku merasa udah gak apa-apa akhirnya aku masuk kantor. Malah keluar flek makin banyak, temanku panik dan langsung bawa aku ke obgyn di tempat dia biasa kontrol.

Dan, dokternya bingung karena masih belum ada kantung hamil juga. Lagi-lagi aku diminta bedrest dan dikasih penguat double dosis. Hari Jumat sempat berhenti flek, senang sekali rasanya. Ternyata hari Sabtu flek lagi, dan minggu pagi keluar darah cukup banyak. Aku coba test pack lagi, dan ternyata garis duanya samar banget. Aku udah gak kuat banget, langsung nangis sesenggukan peluk suami.

Aku nangis lama banget, rasanya patah hati luar biasa, sakit banget hati aku. Sekitar jam 9 kita berangkat ke obgyn. Hasilnya, aku positif keguguran. Dokter kasih 2 pilihan, langsung kuret atau coba pakai obat peluruh dulu untuk bersihkan rahim. Akhirnya kita pilih untuk pakai obat terlebih dahulu.

Aku izin kantor hampir seminggu, karena lemas luar biasa dan perut mulas-mulas. Seminggu setelah selesai pendarahan, aku coba cek USG lagi dan dokter bilang sudah bersih jadi nggak perlu kuret. Di tengah sedih luar biasa, masih ada hal yang bisa disyukuri ternyata.

Di hari aku keguguran, aku dapat kabar adik iparku hamil. Seneng dengernya, tapi juga terbersit perih inget hamil yang kemarin. Setiap lihat ibu hamil ada perih yang nggak bisa digambarkan pakai cara apa pun.

 

Aku sebelumnya sempat heran pas nonton Critical Eleven saat pemeran utama keguguran, kenapa dia sedih luar biasa. Aku yang dulu berpikir sesederhana kan bisa usaha lagi, Ternyata seperih ini rasanya, jadi paham perasaan Anya.

 

Kita berdua mencoba kembali menikmati hidup, bolak-balik staycation dan melakukan banyak hal-hal menyenangkan. Tapi tetap aja, kalo lagi keinget pengen nangis banget rasanya. Paling gak sanggup kalau lihat ibu hamil.

 

Kita berdua terus berdoa dan berusaha, salah satunya kita memutuskan pindah rumah ke deket kantorku. Aku sendiri mencoba menyibukkan diri dan belajar mensyukuri banyak hal baik yang terjadi.

 

Sampai di tanggal 14 Februari 2021, sebenarnya aku belum “telat” tapi badan rasanya gak enak banget. Akhirnya, iseng coba testpack dan kaget banget garis dua yang jelas banget. Rasanya, senang luar biasa, Allah baik banget. Ekspresi pak suami jangan ditanya, kaget campur seneng gitu.

 

Hari Senin pulang kerja aku berdua suami langsung cek obgyn dekat rumah baru kita. Dan, kayak nemu jodoh gitu langsung cocok banget sama obgyn ini. Pas mulai USG, jujur aku deg-degan luar biasa mengingat pengalaman hamil sebelumnya. Tapi Alhamdulillah banget hasilnya bagus, kantung hamil terlihat jelas.

 

Dan d usia hamil 7 minggu, kita coba nengok adek lagi dan sudah terdengar detak jantungnya. Ini pengalaman yang nggak bisa dijelaskan, bahagia banget rasanya.

 

Dan baru kemarin, di usia 12 minggu kita nengokin si adek lagi. Dia sudah terlihat seperti bayi kecil. Lucu sekali, rasanya pengen nangis saat pertama lihat layar USG-nya. Dia terlihat lucu sekali, berpose selonjoran sambil angkat satu tangannya.

 

Kalau ditanya sekarang rasanya kayak apa, beneran nggak bisa digambarkan dengan kata-kata. Syukur, haru, bahagia semua rasa campur-aduk jadi satu. Buat siapa saja yang baca tulisan ini, boleh saya minta sesuatu?

 

Aku minta doa yang tulus dari kalian semua, semoga aku dan bayiku sehat terus sampai persalinan nanti. Terima kasih banyak sudah menyempatkan membaca curhatan ini.

 

 

28 thoughts on “Cerita Aku Dan Calon Buah Hati

  1. Aaahhh, Mbak Titi, i feel you! Aku juga sempet keguguran dulu. Di usia kandungan hampir 3bln. Pas keluar udan ada tangan, kaki, mata yang super kecil. Masih 2cm panjangnya. Waktu itu aku juga hancur banget. Bentar-bentar nangis, makan bisa tiba² nangis, mandi nangis, pokoknya pas momen sendirian tuh sedih bgt.

    Alhamdulilah gak lama Allah kasih lagi, yg sekarang anakku Rhea Arunika udah usia 2th.

    Pertama, aku mau ucapin selamat ya, Mbak. Semoga kandungan kamu selalu sehat, dede utun berkembang dengan normal dan baik, lancar sampai persalinan.

    Saranku, kalau ada apa², please jangan browsing Mbak. Karena ibu hamil itu rentan stress/kepikiran/baper. Sedangkan di internet too much information. Yang kadang malah bikin kita panik. Jadi kalau ada apa² tenangkan diri dulu dan konsultasikan ke ahlinya.

    Once again selamat Mbak Titi, aku ikut bahagia 🙂

  2. Sempat ikut sedih pas baca bagian awal tulisan ini, ternyata penutupnya berakhir bahagia. Melegakan sekali membacanya. Semoga sehat-sehat selalu sekeluarga sampai persalinan nanti ya, Kak.

  3. Alhamdulillah, semoga calon debay sehat terus juga ibunya, pengalamannya seperti adikku, test pack positif pas cek ke dokter ternyata belum ada dan pada akhirnya keluar darah beku seperti hati mungkin itu janin yang gak jadi, sedih banget jadi blom rejeki nambah keponakan.

  4. Alhamdulillah, selamat mba titi. Semoga lancar persalinannya dan sehat-sehat bersama debaynya. Aamiin.

    Aku juga sempat kepikirian pas baca critical elevan. Sebegitukah rasanya, sampai Anya marah bgt ke suaminya.

  5. Alhamdulillah. Sehat2 terus ya debay dan bumil. Semua yang terjadi, insha Allah pasti selalu ada hikmahnya. Sekarang tinggal menjaga debay dan diri untuk tetap sehat.

  6. Selamat ya kak atas kehamilan anak pertamanya, semoga sehat² selalu calon bayi dan ibunya.. Aamiin. Begitu baiknya Allah sama kak titi untuk segala ikhtiar yang luar biasa akhirnya yang titipan yang ditunggu datang juga 😊

  7. Selamat Mba Titi… Nanti kalau sudah di atas 3 bulan, sering minum kelapa hijau. Anak saya keduanya lancar waktu lahir, dan bersih, saya percaya karena efek dari kelapa hijau itu

  8. Awalnya ikutan sedih sampe ga mau lanjut baca artikelnya. Pas loncat langsung ke akhir artikel ini, sedihnya hilang. Sambil senyum-senyum sendiri, Clara lanjut baca lagi. Selamat yah Kak Titi dan suami. InsyaAlloh Alloh lindungi kalian semua dan mempertemukan kalian dengan malaikat kecil kalian di waktu yang tepat dan penuh kebahagiaan. Aamiin ❤❤

  9. Awal membaca cerita lewat tulisan mbak Titi, aku jadi ikutan sedih. Ya, memang mengalami hal itu rasanya pasti menyedihkan. Aku tahu, bisa mengerti dan merasakannya.
    Lalu, setelah itu aku mendapatkan sedikit pengetahuan tentang adanya kantung hamil.
    Aku lanjutkan membacanya, dan mendapatkan berita baik yang sangat membahagiakan. Masyaallah Allah memang Maha Baik. Kamu diijinkannya sudah untuk merasakan keajaiban dan keistimewaan itu. Sungguh beruntung sekali. Aku ucapkan selamat.
    Akhirnya aku ikutan menjadi senang dipenghujung cerita ini. Aku pun turut mendoakan semoga mbak Titi dan suami mendapatkan semua yang terbaik dari awal, pertengahan hingga akhirnya proses persalinan nanti ya. Dan semoga perempuan yang berharap dan menginginkannya pun suatu hari dapat pula merasakannya.
    Bahagia, sehat2 dan lancar selalu ya..

  10. Dear mbak Titi. Saya turut merasakan kepiluan mbak dengan kehamilan pertama. Dan untuk kehamilan mbak yang kedua ini , segenap doa untuk mbak dan debay. Semoga sehat2 dan kelak proses persalinannya lancar. Aamiin. Teriring harapan semoga kita tetap mengingat dalam iman, bahwa anak adalah titipan Allah. Dialah pemilik hakiki kehidupan

  11. Pas diceritain kesedihan temanku ini pas keguguran jujur aku nggak bisa menghibur banyak. Karena belum pernah merasakan. Bingung harus berekspresi apa. Cuma bisa mendoakan semoga diberi yang terbaik. Alhamdulillah diganti cepet sama Allah. Insya Allah sehat terus ya sampe lahiran. Nanti ketemu ya dek sama onty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *