Cerita Aku dan Jodoh dari Allah

Cerita Aku dan Jodoh dari Allah

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.

Az-Zariyat (51) ayat 49

Prolog Impian Tentang Jodoh

Sungguh memang dasar aku manusia biasa yang penuh dengan rasa penasaran dan tidak sabaran. Padahal sudah jelas Allah tuliskan dalam Al-Quran tentang segala sesuatu yang Ia ciptakan berpasangan-pasangan. Tapi, tetap saja aku sering gelisah memikirkan perkara siapa jodohku sebenarnya?

Saat aku berumur  15 tahun, aku pernah punya mimpi tentang menikah di usia 23 tahun. Aku ingin menikah muda dan punya anak di usia muda. Manusia boleh berkehendak dan berencana, tapi Allah yang tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya.

Kebetulan aku cukup ngeri untuk berpacaran, ini karena paparan media dan bacaan yang aku konsumsi. Dan, aku pernah mencoba pacaran di kelas 3 SMP, sungguh aku genit sekali ya. Kalian tahu? Rasanya menyebalkan, karena saat aku merasa sepertinya pacaran cukup repot dan aku mau kita berteman saja. Ternyata jadi sulit sekali, mantan tak semudah itu untuk diajak kembali menjadi kawan. Ini sepertinya membuatku sedikit trauma untuk punya hubungan yang disebut pacaran.

Aku bertumbuh sampai akhirnya sampai di usia 23 tahun, usia yang aku targetkan untuk naik ke pelaminan. Selama 23 tahun ini, aku bukan tak punya beberapa nama yang aku taksir diam-diam. Ada beberapa, dan mereka semua berakhir jadi sahabat baikku. Ternyata nggak pengalaman punya pacar membuatku masih enggan untuk melangkah dan berkomitmen untuk pacaran sampai di usia itu.

Jodoh Yang Masih Belum Terlihat

Ulang tahun ke 23 aku lewati dengan tetap bergelar single, udah kayak keju yahh aku nih. Dan, akhirnya mulai mencari yang untuk dibawa serius ke mama-papa. Ternyata tak semudah itu, apalagi semakin kita dewasa lingkaran pertemanan juga semakin menyempit.

Waktu terus berjalan, usia impian pernikahan terus aku undur. Gak apa deh di usia 26, lalu lewat begitu saja dengan gelar yang sama, single. Sampai akhirnya di usia 27 tahun aku menyerah menyebut angka, kucoba mensyukuri semua yang Allah anugrahkan.

Allah Tunda Jodoh ku Untuk Mimpi-Mimpiku

Aku mungkin memang single, tapi di kesendirian aku terus berlari mengejar mimpi dan cita. Dari mulai pekerjaan impian yang aku dapatkan di usia 27 tahun. Belum lagi beberapa tempat yang ada di wishlist-ku akhirnya bisa kudatangi. Beberapa target-target dalam hidup juga aku rampungi dengan rapi. Aku semakin merasa, Allah pasti punya maksud. Kucoba menjalani hari dengan penuh syukur sambil terus meraba siapa kiranya jodoh yang Allah tetapkan itu.

Hampir 3 tahun aku terjebak dalam hubungan yang tidak jelas, nyaman tapi tak punya arah. Sadar ini tak ada jalan tapi tetap saja diam di tempat. Di tahun 2019 aku akhirnya mulai memikirkan hubungan ini dengan seksama, tahu harus pergi tapi nggak paham harus kemana.

Cerita Aku dan Jodoh dari Allah

Di akhir 2017 Allah mengizinkan aku untuk menempuh perjalanan tak telupakan bersama Leni sahabatku. Kami traveling 2 minggu, Jepang-Korea. Di  depan gerbang Fushimi Inari tiba-tiba air mataku tumpah ruah. Aku bisa sampai di sini, tapi aku belum pernah meniatkan berkunjung ke rumah Allah. Padahal Allah begitu baik, kok aku tak tahu cara bersyukur, memalukan. Aku malu banget sama Allah detik itu.

Cerita Aku dan Jodoh dari Allah

Pulang dari sana, aku batasi perjalanan-perjalanan ber-budget fantastis. Setelah itu, yang aku lakukan lebih banyak naik-turyn gunung dan perjalanan tipis-tipis keliling Jawa lainnya. Tabunganku fokus untuk berangkat umroh di 2019.

Meminta Jodoh Di Baitullah

Dengan kebaikanNya yang tak terbatas aku akhirnya berkesempatan berangkat umroh di September 2019, ini adalah titik balik. Kalian tahu? Sebulan sebelum berangkat, setiap hari aku dengerin ceramahnya Ust. Hanan Attaki. Setiap hari juga aku mohon ampun dan berusaha mendekat ke Allah, aku taku di azab di sana. Setakut itu, mengingat sekitar hampir 2 tahun terakhir aku mulai ngaco.

Aku berangkat dengan berbagai kekalutan yang aku rasa, dengan hidup yang terlalu runyam, dengan permohonan ampun yang begitu besar. Sesampainya di sana, ada doa khusus yang aku panjatkan.

“Yaa Allah, kalau dia jodohku dekatkan dan perjelas, kalau bukan segera pertemkan san satukan aku dengan dia yang Allah pilihkan untuk dunia akhiratku. Siapapun, aku ikhlas yang terbaik menurut versi-Mu Yaa Allah.”

Doa ini terapal di setiap tempat-tempat mustajab di perjalanan umroh hari itu.

Di perjalanan pulang aku sebelahan dengan Bu Sari, ada kata-kata ibu ini yang ternyata merubah banyak jalan hidupku.

“Kamu pasti merasa begitu dekat sama Allah sepulang umroh ini, sekarang pasti kamu bisa merasakan kenikmatan setiap ibadah yang kamu jalani, tapi, itu semua akan terkikis seiring dengan dosa-dosa yang nanti kamu buat di Jakarta. “

“lalu, aku harus gimana Bu?”

“Kamu harus cari pengajian, cari waktu dan tempat yang rutin untuk menimba ilmu. Untuk berkumpul dengan orang-orang sholeh, supaya kamu terus ke charge.”

Di Al Azhar Semua Tentang Yakin Dimulai (Termasuk Jodoh)

Percakapan hari itu aku pegang erat-erat, aku akhirnya menemukan Pengajian Al Azhar setiap Rabu malam. Walaupun di hari pertama berangkat aku kecopetan hape, tapi kata mama kalau mau berbuhan ke arah yang baik pasti akan ada cobaanya, karena hadiahnya surga.

Yang aku rasakan setelah rutin ngaji tiap minggu adalah, tenang. Dan dari sana juga aku meyakini, sepertinya dia yang membuatku begitu nyaman hampir 3 tahun ini bukan jodoh yang harap. Aku ingin jodoh yang mau sama-sama belajar di jalan Allah, karena pengetahuan agamaku kacau, aku nggak sanggup kalau harus membimbing imamku nanti.

Perlahan aku ciptakan jarak di antara kita, nggak mudah sih ini kan namanya juga keluar dari zona nyaman. Banyak rintangan, cobaan dan godaan untuk kembali lagi. Tapi, Allah dengan jalan takdir yang Ia rencanakan mempermudah langkahku untu mulai pelan-pelan pergi.

Adik-adikku Dan Jodoh Mereka

Dia akhir Februari 2020, adikku Ardi akhirnya melamar kekasihnya yang sudah jadi pacaran sekitar 6 tahun. Kebetulan, adik ku Dewi juga sudah punya calon. Dan aku? Titi si anak pertama ini masih betah dengan status single ini. Rabu malam sebelum acara, aku berkesempatan untuk bertanya pribadi ke ustad di Al Azhar.

Aku bertanya:

“Jawaban apa yang harus aku berikan untuk keluarga ku yang pasti akan menanyakan tentang ke-single-an ku si anak pertama di acara Ardi besok?”

Pak Ustadz menjawab, “Jodoh dan mati itu takdir, nggak ada yang tahu kamu sama adekmu siapa yang duluan dipanggil Allah sama kayak nggak ada yang tahu siapa yang akan nikah duluan.”

Cerita Aku dan Jodoh dari Allah

Aku sampaikan jawaban ini ke orang tua dan kerabat, tapi tetap mereka nggak puas dengan jawaban ini. Sampai akhirnya aku bilang, “atau, kalian punya mau mengenalkan aku ke seseorang? Titi mau kok.”

Saat kata itu terucap, yanga aku rasa hanya 1 hal, pasrah. Siapapun, aku yakin jodoh yang Allah pilihkan adalah yang terbaik untuk dunia-akhiratku.

Akhirnya guru ngajiku waktu kecil mengenalkanku dengan beberapa orang, tapi ada aja yang membuat mereka semua nggak bisa hubungin aku. Bude, salah kasih nomer aku ke mereka. Salah satu dari mereka bahkan sempat datang ke rumah, dan aku nggak ada di rumah. Susah ya kalau emang bukan jodoh tuh.

Mengupayakan Jodoh Dengan Usaha Dan Doa

Sampai suatu malam bude ngirimin aku foto, dan rasanya waktu itu jam dinding tiba-tiba berhenti berdetak. Ada perasaan aneh yang mampir di hatiku, tak bisa kujelaskan. Dan setelah hari itu semua berjalan begitu cepat. Mulai tanggal 2 Maret 2020 kami berkenalan lewat chating WA. Lalu mulai bertemu di pertengahan Maret, dan itu pertemuan pertama kami yang padahal rumah orang tua kami hanya dipisahkan beberapa rumah saja. Iya, kita tetangga, tapi nggak pernah saling kenal. Dunia memang selucu itu.

Semua berjalan dengan sangat cepat, kami nggak bisa ketemuan di luar karena Covid-19 mulai mewabah di Indonesia. Akhirnya, beberapa weekend dengan agak terpaksa mungkin harus main ke rumahku. Dia kusebut terus dalam doa di tiap sepertiga malam juga dalam setiap doa-doa, entah aku yakin.

Padahal, aku sering merasa dia nggak tertarik sama aku. Nggak kayak cowok-cowok lain, dia lama banget kalau balas chat. Belum lagi dia yang nggak pernah chat duluan, selalu aku. Tapi entah, kok aku nggak peduli, aku yakin sama dia. Yakin ini hadir setelah obrolan singkat tentang kenyataan bahwa, secara nggak sengaja kita mungkin beberapa kali berada di tempat yang sama setiap Rabu malam. Iya, dia jauh-jauh dari Depok tiap Rabu malam ikut pengajian di Al Azhar Kebayoran.

Aku jadi ingat kata-kata temanku yang hamil hari itu saat kita ngaji bareng, “jangan-jangan jodoh kamu ada di depan.” Dan aku cuma bilang, “Aamiin” sambil senyum-senyum.

Nggak lama dia ngajak aku buka puasa di rumah dia, waktu itu pas Ramadhan. Terus aku gantian ajak dia buka puasa di rumahku. Pas di Idul Fitri dia datang sore-sore ke rumah, lalu Idul Fitri hari kedua aku diajak ke rumah kakaknya buat ikut kumpul keluarga dia. Hal terlucu adalah, sampai di hari itu dia nggak pernah bilang apa-apa. Jangankan bilang suka, chat duluan tiap pagi juga masih aku yang selalu mulai.

Teryata Dia Jodohku

Sampai akhirnya, 2 minggu setelah acara main ke rumah kakaknya. Sekitar tanggal 13 Juni 2020 kalau nggak salah. Kita berdua makan Bakso Solo di Cibubur, waktu itu dia habis antar aku ke dokter muka. Tiba-tiba, tanpa pernah diduga-duga  dia bilang,  “Ti, saya mau serius sama kamu, kalau semua lancar saya mau kita September ini nikah.”

Lugas, tegas dan jelas. Aku? Tentu saja keselek es the detik itu, sambil bengong aku dengerin dia yang nyerocos jelasin visi misi pernikahan yang dia punya. Dan terkahir dia tanya, “Kamu gimana?”

Aku cuma bilang, “Yaudah ayuk.”

Dan dari sana semua berjalan sangat cepat, malam hari itu dia mengutarakan niatnya buat nikahin aku ke mama-papa. Di sana pertama kali aku lihat mama-papa terharu lagi setelah acara wisuda AKA 2012 lalu.

Cerita Aku dan Jodoh dari Allah

Tanggal 28 Juni 2020 acara lamaran dilangsungkan dengan sederhana di rumahku, lalu tanggal 5 Juli 2020 kita sempat pre-wedding dibantu Ardi adikku. Setelah hari itu hubungan kita berubah,  tiap weekend kita ketemu layaknya partner wedding organiser. Sudah kurang lucu apa kita berdua ini?

Cerita Aku dan Jodoh dari Allah

Dengan izin dari Allah SWT, semua persiapan berjalan tanpa kendala suatu apapun juga. Pernikahan kami berlangsung dengan sederhana di 19 September 2020. Yang terlucu adalah, ternyata aku menikah lebih dulu dari adik-adikku. Kemudian menyusul tanggal 1 Oktober 2020 adikku Ardi menikah dan ditutup tanggal 19 Desember 2020 adikku Dewi juga akhirnya menikah.

Cerita Aku dan Jodoh dari Allah

Dan dengan izin Allah juga, di tengah pandemi yang begitu meresahkan ini. Kita masih sempat honemoon 1 minggu di Bali. Dan, Bali beneran terasa punya kita berdua. Sepi banget, hehehe. Next aku ceritain tentang honeymoon di Bali ini kalau kalian minat bacanya.

Jalan hidup begitu lucu, aku yang begitu resah menanti dalam gelisah 29 tahun ini. Dikejutkan oleh hadiah dari Allah SWT. Aku akhirnya menikah dengan tetanggaku ku sendiri. Dia yang 29 tahun ini hidup nggak jauh dari aku. Dan kita berdua yang lucunya nggak pernah saling kenal. Dan perasaaan yakin yang begitu cepat Allah perjelas dalam masing-masing hati kita.

Saat Pasrah Allah Atur Jalan RahasiaNya

Rasanya ku tahu kunci jawaban dalan pencarian ini, pasrah.

Iya, saat benar pasrah dan hanya percaya saja pada ketentuan Allah, saat itu juga Allah yang tolong kita. Allah yang mengatur semuanya langsung dengan kuasaNya yang tak pernah bisa kita pikirkan sebelumnya.

Buat yang sering bertanya, “Kok si Titi tiba-tiba nikah sih?”. Akhirnya ini aku jelaskan dan ceritakan semuanya di sini. Aku bukan dijodohkan kayak Siti Nurbaya kok, aku cuma dikenalin. Selanjutnya kita mengusahakan semua nya sendiri, tentu dengan support doa dan restu orang tua.

Terima kasih buat semua yang mendoakan, buat semua yang selalu baik sama Titi. Terima kasih buat pengalaman yang Allah izinkan untuk Titi rasakan. Sebelum akhirnya ada dia yang mantap menjabat tangan papa.

29 thoughts on “Cerita Aku dan Jodoh dari Allah

  1. Congrats udah ketemu soulmate-nya karena perjalanan panjangnya akhirnya menemukan hasil..
    Semoga last long ya cinta mba titi dan suami 🙂 dan tulisan ini bisa jadi warisan bersejarah buat anak cucunya..hehe..

  2. Kalau baca atau dengar cerita seperti ini suka senyum-senyum sendiri. Karena untuk urusan ini kita ga pernah akan tahu seperti apa. Jodoh memang jadi sebuah misteri.

    Setiap orang juga melalui prosesnya masing-masing. Ada yang dimudahkan, tapi juga ada yang “diajak” berkeliling dulu sebelum nanti ketemu sama jodoh. Sangat penting untuk selalu berprasangka baik dalam setiap ketetapan-Nya.

    Sekali lagi, selamat mbak titi dan suami. Selamat melanjutkan perjalanan bersama. Semoga langgeng yaa 😀

  3. Alhamdulillah ya ti setelah perjalanan panjang semuanya dimudahkan hanya dalam beberapa bulan saja. Senang akhirnya Titi nggak galau lagi hehe

    Btw banyak banget typonya ti, lagi asik baca jadi rada terganggu huhu

  4. Jodoh emang nggak ke mana. Yang penting terus ikhtiar dan berdoa. Ikut seneng deh baca ini. Perjalanan yang lika-liku dan akhirnya dipertemukan. Semoga langgeng ya, Kak!

  5. Selamat ya Titi… garisan qodar memang suka mencengangkan, gak disangka. Mungkin Titi punya amalan yang reward nya adalah “rezeki yang tidak disangka2”. Semoga lancar ya Titi dengan pasangan, sampai pasca tiada

  6. Baca ini aku ikutan terharu, senyum-senyum. Indahnyaaa kisah kamu, Kak. Artikel ini izin aku share ke temenku ya, dia juga lagi pusing soal jodoh. Semoga aja bisa mmebantu mengobati kegalauan hati die perihal jodoh yg tak kunjung datang. Bismillah. Semoga dengan pasrah sepenuhnya pada Allah. Temenku juga segera menemukan jodohnya kayak Kak Titi. Amin. Langgeng dunia akhirat ya Kak.

  7. Baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah.. Jodoh yang selama ini dinanti ternyata ada di depan mata ya kak, kita diajak muter2 dulu sama orang yang menurut kita akan kelak menjadi jodoh kita sampai kita merasakan kecewa dulu dan baru pada saat itu Allah menujukkan yang terbaik

  8. Alhamdulillah. Masalah jodoh kita memang tidak tahu bagaimana endingnya jika belum berakhir menemukan yang tepat. Selamat ya mba Titi akhirnya ketemu jodoh yang tepat dan bisa mendahului tanggal akad adik2nya.

  9. Alhamdulillah..jalan jodoh memang rahasia-Nya ya, Mbak
    Senang baca artikel ini..Enggak nyangka bener ya. Apalagi di bagian sebelumnya kedua adik Mbak Titi yang harusnya menikah duluan eh ternyata malah Allah takdirkan Mbak Titi jadi yang pertama.
    Selamat untuk pernikahannya. Semoga selalu sakinah mawaddah warahmah. Aamiin

  10. Masyaallah, ‘ cerita aku dan jodoh dari Allah”. Indahnya jalan mbaktitidotkom disatukan dengam soul mate. Barakallah mbak. Semoga jodoh dunia akherat. Aamiin

  11. Selamaaat ya kak titi, semoga bahagia dunia akhirat dan cepet dapet momongan.
    Ya allah aku terharu banget atas usaha kak titi, menjemput impian selagi menunggu jodoh terbaik yang allah siapin. Kuncinya pasrah, insha allah nanti allah kasih yg terbaik untuk kita.
    Dan ternyata jodoh yang ditunggu ga disangka-sangka tetangga sendiri.

  12. Ti, jadi terharu bacanya. Bener-bener yah, disaat kita pasrahin sama Tuhan, akhirnya Tuhan yang bertindak. Semoga rukun terus yah. Enjoy your new journey yaaah, Ti. God bless

  13. butuh keberanian untuk keluar dari zona nyaman tapi tidak ada harapan, dan butuh kekuatan yang besar untuk bisa menyerahkan segalanya pada Yang Menggenggam Ubun Ubun kita.

    ikut berbahagia bebbb, semoga keberkahan selau menyertai kalian.

  14. Selamat ya Kak titi. SAMAWA ya Kak.

    Aku juga suka galau soal jodoh. Apalagi mengingat usia yg terus bertambah.

    Tapi yg aku pelajari dr tulisan Kak titi yg penting kita pasrah aja ya dan ikhtiar juga. Yakin bahwa tiap makhluk pasti diciptakan berpasang2an yaa

  15. MasyaAllah..kisah cinta yang terasa manis..Alhamdulillah…selamat ya sudah bertemu, dipertemukan lalu bersatu bersama dalam ikatan yang kuat dengan belahan jiwanya.
    Senang baca ceritanya, bahagia juga terharu mengetahui bahwa masih selalu ada keajaiban dan kejutan indah itu, bahwa Allah memang Maha Baik, Maha Pengasih dan Penyayang. Maha Benar Allah yang telah memasang-masangkan manusia dengan belahan jiwanya.
    Bahagia, rukun dan langgeng ya. Semoga jadi keluarga yang Samawa. Semoga semua hal-hal baik akan selalu bisa direguk bersama pasangan sejiwa ya seterusnya.

  16. Ya begitulaah..kadang lucu memang ya takdir jodoh itu..karena aku pun merasa mengalaminya..

    Adikku jg gitu..sama kayak Titi..dpt tetangga yg ga pernah kenal sblmnya.. gara2nya anterin uang baju ke toko Ibunya..haha..kenalan..seminggu kemudian lamaran..ah lucu jg ini kalo diceritakan..

  17. Terima kasih buat ceritannya…
    Setengah dari cerita di atas hampir sama yang sedang saya alami saat ini….

    Dimana aku seperti udah pasrah dan minta tolong orang tua buat nyariin hehehe…

    Sekarang lagi prosea taarufan doakan semoga cocok ya ti 😊😊🙏😅

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *