Citi Talk Bersama Citi Indonesia Menginspirasiku Dengan 3 CEO Muda

Citi Talk Bersama Citi Indonesia Menginspirasiku Dengan 3 CEO Muda

Selasa, 26 November 2019 lalu, aku bersama beberapa teman berkesempatan menghadiri acara Citi Talk bertema “Untukmu, Generasi Muda” oleh Citi Indonesia. Acara ini diadakan di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Pasific Place Jakarta. Dari pertama datang aura anak muda sukses sudah tercium dengan jelas.

Citi Talk Citi Indonesia

Acara dibuka dengan begitu cantik oleh dancer dengan tarian modern-klasik dengan kostum yang sangat Indonesia. Bersama MC Ruben, acara dimulai dengan sangat seru.

Malam itu, dibuka oleh sambutan yang sangat inspiratif dari CEO Citi Indonesia Batara Sianturi.

Citi Talk Citi Indonesia

Aku terngiang penutup yang diberikan oleh Pak Batara, “Kami berharap dengan berbagai program kewirausahaanmudan dan penguatan keahlian bagi kaum muda, semakin banyak yang mampu mencapai potensi tertinggi mereka, dalam meningkatkan peluang ketenagakerjaan dan juga keahlian kewirausahaan yang dimiliki, sehingga mampu berkontribusi bagiperkembangan ekonomi Indonesia baik lokal maupun secara nasional. Hal ini selaras dengan aspirasi pemerintah Republik Indonesia untuk memajukan tanah air dan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals.”

Citi sangat konsen dalam peningkatan kemampuan para generasi muda. Tapi, ini memang strategi yang sangat tepat demi perkembangan Indonesia ke depannya. Hal ini dikarenakan negara kita ini beberapa tahun ke depan diperkirakan masih akan mengalami fenomena bonus demografi.

Indonesia akan sangat dipenuhi oleh manusia-manusia muda usia produktif yang berlebih. Tapi masalah yang kita miliki sekarang adalah menumpuknya jumlah pengangguran. Menurut data statistik yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik menunjukan bahwa hingga Agustus 2019, jumlah pengangguran yang ada didominasi oleh usia 15-24 tahun yakni di angka 18,62% dari seluruh pengangguran yang ada. Data yang cukup mengejutkan bukan?

 

Citi Indonesia salurkan dana hibah USD 695.000

 

Citi Indonesia tak hanya diam menanggapi data mengejutkan tersebut. Citi Indonesia melakukan upaya melalui Citi Peka (Peduli dan Berkarya) sebagai payung seluruh kegiatan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Di acara ini juga, Citi Indonesia melakukan penyerahan simbolis dana hibah tersebut kepada tiga mitra terpilih. Mereka adalah United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Prestasi Junior Indonesia dan Indonesia Business Links.

Citi Talk Citi Indonesia

Dana hibah tersebut digunakan untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dari Citi Indonesia. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh CEO Citi Indonesia Bapak Batara Sianturi dan Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki yang biasa disapa Ibu Vera Makki.

Program ini merupakan bagian dari komitmen global “Pathways to Progress” yang diinisiasi oleh Citi Foundation yang bertujuan memberikan dampak positif kepada 500.000 anak muda di seluruh dunia termasuk Indonesia hingga tahun 2020.

 

Citi Talk , Untukmu, Generasi Muda

 

Acara berikutnya adalah yang membuka mata saya lebar-lebar. Citi talk bersama tiga anak bangsa, muda, kreatif dan inspiratif. Citi talk ini dimoderasi langsung oleh Ibu Vera Makki.

Citi Talk Citi Indonesia

Tiga anak muda tersebut adalah, Mas Gibran, Mas Khafidz dan Mbak Stephanie  Siapa sih mereka, mereka adalah para CEO muda dari bisnis yang mereka bangun. Mereka bertiga bahkan nggak ada yang berusia lebih dari 30 tahun. Menakjubkan.

Pertama, aku mau ngobrolin tentang Mas Gibran Huzaifah sebagai CEO dari eFishery. Mas Gibran, sebagai sarjana dari jurusan perikanan dengan sangat kreatif mengembangkan start up eFishery. Start up ini memudahkan para pembudidaya ikan untuk urusan pakan. Pakan mengambil porsi 80% dari modal, ini merupakan urusan yang sangat penting untuk dipertimbangkan dengan baik.

Selain sukses dengan eFishery-nya, Mas Gibran juga berhasil membudidaya lele dari satu kolam hingga sekarang berjumlah 75 kolam lele.

Citi Talk Citi Indonesia

Yang kedua ini adalah Mas Khafidz Nasrullah selaku CEO dari Nares Essential Oil. Mas Khafidz merupakan anak dari seorang petani di daerah Kendal. Mas ini selain berhasil memproduksi berbagai oil, beliau juga berhasil meningkatkan pendapatan dari para petani cengkih di daerahnya.

Mas Khafidz memproduksi minyak atsiri dengan memanfaatkan sampah-sampah daun cengkih yang berguguran di tanah. Masnya berhasil meningkatkan pendapatan para petani dari ratusan ribu rupiah perbulan menjadi jutaan rupiah perbulan, sangat signifikan. Bahkan, oil produksi Mas Khafidz sekarang sudah merambah pasar internasional. Sekarang Nares Essential Oil mulai kewalahan memenuhi permintaan pasar. Selain minyak atsiri, sekarang Nares Essential Oil sudah mempunyai 20 varian essential oil.

Citi Talk Citi Indonesia

Yang terakhir ini adalah Mbak Stephani Siung, founder dari Tinung Rambu. Apa itu Tinung Rambu? Kalian bisa cek di instagramnya @tinungrambu.indonesia .

Dengan Tinung Rambu, Mbak Stephanie menjembatani para pengerajin kain Sumba dengan kita sebagai penikmat dan konsumen.

Mbak Staephanie menyelamatkan mamak-mamak Sumba dari kepicikan para tengkulak nakal. Mbak Stephanie memulai Tinung Rumba setelah menyelesaikan study Ph.D-nya di Jepang. Beliau merasa lebih tertarik untuk terjun di bidang Socialpreuner ini dibanding harus mengajar sebagai dosen. Mbak Stephanie adalah salah satu wanita yang cukup saya kagumi. Beliau menyelesaikan gelar Ph.D-nya di usia 24 tahun. Mengagumkan.

 

Sepanjang acara Citi Talk berlangsung saya nggak bisa berhenti terkagum-kagum dengan mereka. Usia masih sangat muda, tapi sudah mampu membuat berbagai start up kreatif seperti aku sebut di atas. Ini cukup menjadi tamparan keras untuk saya yang mengaku muda.

Terima kasih Citi Indonesia atas inspirasi yang aku dapatkan sepanjang acara. Dan, terima kasih atas tindakan nyatanya membangun Indonesia dengan Citi Peka-nya.

Citi Talk Citi Indonesia

Harapan aku sebagai anak muda Indonesia, semoga hal baik semacam ini bisa ditiru oleh perusahaan-perusahaan lainnya.

Baca juga: Mbak Titi ke Bangkok

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *