Kemana Aja 1 Hari Di Kyoto Jepang?

Kemana Aja 1 Hari Di Kyoto Jepang?

.

.

Sudah lama tidak berkisah tentang Jepang dan perjalananku di sana. Buat beberapa mungkin aku bakal diteriaki, “basi ah!”. But for me, kenangannya masih berasa bruh. Jadi, biarkan aku bercerita lagi. Sekarang aku ingin bercerita tentang wisata di Kyoto Jepang, Bandungnya Jepang kalau kata aku mah.

Baca juga: Osaka Castle Jepang

Baca juga: Itenerary Backpacker ke Jepang  – Korea 2 Minggu

Sayangnya aku dan Kyoto Jepang saat itu, di November 2017 kurang berjodoh dengan baik dan manis. Udara di Kyoto Jepang pagi itu sangat baik menyambutku dan Leni. Kita berjalan dengan riang menuju Fushimi Inari, setelah tidur-tidur tipis di kereta dari Osaka.

Fushimi Inari Shrine, Kyoto Jepang

Udaranya cerah, bagitu sampai stasiun langsung disambut tukang sushi yang dibungkus tahu manis. Katanya sih ini khasnya daerah deket-deket Fushimi Inari. Kita yang hari itu hanya sarapan segelas sereal akhirnya memutuskan jajan sejenak.

Doyan Ti? Sudah pasti saudara. Enak loh rasanya, manis tahu di luar yang diisi nasi lengket-lengketnya sushi ditambah isiannya. Kita pilih yang Tuna kayanya hari itu, seingatku. Dan, surprisingly aku menemukan makanan dengan rasa yang nggak jauh beda. Hari itu aku berdua Leni makan sushi di Sushi Go, Grand Indonesia. Kita berdua sepakat, tahu isi sushinya mirip sekali sama yang kita makan di Kyoto.

Wisata hits di Kyoto Jepang

Setelah makan kita berjalan sekitar hampir 2 km menuju Fushimi Inari Shrine salah satu wisata hits di Kyoto Jepang, saat-saat seperti ini aku rindu abang ojol. Setelah lelah jalan, padahal perut sudah kenyang, akhirnya kita sampai di gerbangnya yang megah dan ramai luar biasa.

Kemana Aja 1 Hari Di Kyoto Jepang? 1

Tampak banyak sekali fox statue di mana-mana, iyah ini memang identik sama Fushimi Inari Shrine, Kyoto Jepang. Dan, ada banyak juga gapura warna oranye yang berederet-deret. Yang kalau aku baca-baca, orang sana menyebutnya Tori. Ternyata juga ya, semua Tori yang berderet sampai puncak Gunung Inari adalah sumbangan dari para pengikutnya. Ada hampir 10.000 Tori yang berderet sampai puncak, banyak banget ya.

Wisata hits di Kyoto Jepang

Oia, budayakan membaca ya teman-teman, biar nggak kayak aku sama Leni. Aku sama Leni pahamnya Fushimi Inari ini ya kuil. Kita main jalan aja terus ngikutin gapura oranye dengan polosnya. Emang sih agak aneh, kok nanjak ya. Dan ternyata, di Pos 5 kita baru sadar kalau kita lagi naik gunung sobat.

Wisata hits di Kyoto Jepang

Cukup lucu kalau ingat hari itu, akhirnya kita dengan lucunya naik sampai hampir ke puncak. Nontonin Kyoto dan Osaka dari ketinggian, iya kita nggak sadar naik gunung ke Inari Shrine. Pintar bukan? Lelah, buang waktu banyak sekali saudara.

Wisata hits di Kyoto Jepang

Tapi jujur, nggak ada yang sia-sia kita akhirnya melihat banyak sekali yang jarang orang ceritakan pulang dari  Kyoto Jepang. Termasuk, minum dari mata air yang disediakan di pos berapa ya aku lupa. Berjalan di krik-kriknya Fushimi Inari, Kyoto Jepang. It’s cool, babe.

Arashiyama Bamboo Forest, Kyoto Jepang

Wisata hits di Kyoto Jepang

Wisata di Kyoto yang satu ini sangat tenar, jadi kita harus banget datengin lah. Tapi sejujurnya, yang aku jadi nggak bisa lupa adalah perjalanan dari stasiun ke lokasi. Jauh bos lumayan, tapi percayalah, di musim gugur November 2017 itu, mereka menawan.

Aliran sungai yang jernih, daun-daun hijau, oranye, kuning yang mulai berguguran lalu hembusan angin delapan derajat. Sendu yang tak pernah bisa kulupakan begitu saja. Perjalanan hari itu luar biasa syahdu, sungguh lah, betah aku di sana. Berjalan lebih dari 1 km dan rasanya nggak capek, malah chill banget.

Wisata hits di Kyoto Jepang

Kyoto Jepang banget lah pokoknya, sunyi, suara angin, daun jatuh dan aliran air yang tenang jadi musik alam paling harmoni. Ketika semakin dekat ke lokasi, mulai tampak kedai souvenir berderet rapi, cantik sekali. Mereka menata dan mengemas barang dagangannya dengan sangat manis, bikin kaki pengen melipir tipis.

Kemana Aja 1 Hari Di Kyoto Jepang? 2

Sedihnya, kita di lokasi nggak bisa lama-lama, mengingat impian untuk lanjut ke Kyumizudera yang tenar itu. Kita berjalan, atau tepatnya sedikit berlarian cari spot foto yang cantik. Tapi tetep, masih sempat jajan kaya mochi yang ditusuk-tusuk di kedai tepat dekat jalan keluar.

Wisata hits di Kyoto Jepang

Ini katanya makanan khasnya Arashiyama, aku mah gitu anaknya yang paling diinget yaa makanannya. Beres makan mochi kita balik ke stasiun lewat jalanan yang kelewat damai dan cantik tadi.

Kyumizudera, Kyoto Jepang

Jangan kira aku berhasil ke lokasi ya, please jangan marah apalagi merasa terjebak. Kalau ngomong sedih, di sini aku yang paling sedih loh. Kita udah lari-larian ngejar kereta. Malah bolak-balik nyasar, dan kemaleman sampe satsiun terdekat.

Kita sampai di stasiun terdekat udah hampir Maghrib. Paniklah kita cari tempat yang pas untuk menunaikan kewajiban salat Dzuhur dan Ashar. Kita udah selesai salat, lanjut jalan ke kuil. Dan, ditengah perjalanan langit mulai sangat gelap. Kayanya kita jalan udah lumayan jauh deh. Menurut map udah gak sampe 1km lagi kita sampai. Dan pas cek google, kuilnya tutup donk. So sad.

Dotonburi

Setelah luka hati akibat nggak bisa masuk Kyumizudera, padahal nggak tahu kapan lagi bakal balik ke Kyoto Jepang, kita lanjut balik ke Osaka. Hati perihnya minta ampun, tahu gitu nggak usah lari-lari di Arashiyama. Tapi inilah esensi perjalanan, manusia berencana, tapi Allah juga yang menentukan hasilnya.

Untuk mengobati luka, kita menghedon ke Dotonburi. Berlama-lama menatap Lush Store, mencium aroma-aroma manis, herb, fresh dari produk Lush yang hah, indah pokoknya. Galau pilih ini itu, la la la. Dan pas mau bayar, cukup sial memang kita, tempat tukar tax refundnya sudah tutup. Padahal kita belanja hampir 4juta bos, kan sayang kalau gak tukar tax refund. Akhirnya, semua barang di keranjang kembali ke etalase.

Kemudian, luka lagi lah hati kami yang rapuh ini. Akhirnya kita memutuskan untuk menjajal Okonomiyaki yang katanya paling enak di Osaka. Kita muter-muter sampe teler ngikutin google map, dan nggak ketemu. Sungguh ku ingin nangis hari itu, berasa sial banget ya Allah.

Tapi, di tengah nyari okonomiyaki nggak ketemu kita malah nggak sengaja nemu antrean Takoyaki fenomenal. Yaudah lah ikut antre, terus seneng donk lihat gerombolan mbak-mbak berjilbab yang ngomong pake bahasa Indo. Lalu nimbrung, dan ternyata dicuekin. Kok nelangsa banget ya kayanya hari itu, untung Takoyakinya enak pakai banget. Guritanya guede-geude banget, dan smoke tastenya pas, aku suka, tapi Leni biasa aja. Kita emang suka beda selera, nggak apa. Kalau sama takutnya rebutan si dia, eh.

Selesai makan Takoyaki, akhirnya kita tetep penasaran pengen makan Okonomiyaki. Kita nemu tempat Okomiyaki, nyempil ada di lantai 4 di bawahnya bar gitu. Agak ngeri juga kalau ingat ini, tuh.

Kita dikasih brosur sama anak muda tampan gitu, sebagai mbak-mbak pecinta makanan enak dan lelaki tampan ya kami ikutin aja dia. Terus kita dibawa ke bar gitu, naik lift super sempit dan naik ke lantai 4. Gelap-gelap gitu, dan ternyata beneran ini jualan okonomiyaki.

Kita pesen 1, yang spesial. Dan, makannya pun di bilik-bilik gitu. Jadi kita nggak bisa ngintipin tetangga makan apa, sangat romantis. Okomiyakinya? Enak sekali saudara, aku belum menemukan yang lebih enak, sungguh. Sampai detik ini, itu adalah okonomiyaki paling nikmat yang aku makan.

Keluar dari tempat makan super creepy tadi aku bahagia sekali, ini seperti obat untuk luka-luka yang lalu di hari itu. Kita akhirnya merasa okonomiyaki tadi penutup hari yang lelah ini. Kita lanjut jalan-jalan di Dotonburi sampai hampir semua toko kosmetik tutup baru kita memutuskan pulang. Mengingat udah hampir jam 1 malam. Anak perawan nggak boleh pulang malem-malem. Eh itu mah udah pagi ya.

Taksi di Jepang

Ini hari ketiga kita main di Dotonburi, jadi hafal banget kereta balik ke hostel. Hanya 3 stasiun saja, dan kita dengan sangat pede langsung naik kereta. Udah kaya anak Osaka banget lah.

Karena pengumuman di kereta Jepang nggak semua ada bahasa Inggrisnya, jadi kita nggak gitu perhatikan. Setelah dua stasiun kita langsung turun. Langsung menuju tangga keluar stasiun dan kita dapati pemandangan yan tak dikenal.

Masih mencoba tenang, balik masuk stasiun dan keluar lewat exit yang lain. Dan, masih tetap nggak kenal. Akhirnya kita coba semua exit, dan kita baru sadar bahwa kita salah stasiun. Bahasa gampangnya, harusnya naik arah Bogor malah naik arah Jakarta. Saat sadar dan mau balik lagi masuk stasiun, gerbang stasiun ditutup. Ternyata kereta di Jepang hanya beroperasi sampai jam 01.00 am. Ingin ku menangis, capek sekali sudah, dan bingung mau naik apa.

Liat di peta kurang lebih 3-4 km, bisa sih jalan kaki tapi ini jam 1 malam, ngeri juga. Akhirnya kita jalan sambil mikir, dan dengan berat hati kita memutuskan naik taksi. Sungguh, bangkrut hari itu, taksi di Jepang mahal sekali. Kita mengeluarkan kurang lebih 400 atau 500ribu rupiah untuk 3-4 km saja. Kesal.

Sedih sekali rasanya hari ke-3 di Jepang ini, nggak sengaja malah naik gunung, akhirnya buang waktu di sana. Lari-larian di Arashiyama sampai capek, dan ternyata masih tetap nggak keburu ke Kyumizudera. Gagal belanja Lush karena kemaleman, eh sekarang ditambah nyasar dan terpaksa naik taksi. Untung masih ada pengalaman menyenangkan makan di Dotonburi, nemu okonomiyaki enak.

Ini kisah wisata kita di Kyoto, tak semua perjalanan itu indah. Tapi setidaknya tetap memberi pelajaran baru tentang kehidupan, nantikan kelanjutannya ya.

 

 

 

 

 

15 thoughts on “Kemana Aja 1 Hari Di Kyoto Jepang?

  1. Kalian berdua ya…bener2 komplitserunya one day trip kyoto nya.
    Dari senyum hepi, kecewa, sedih, bingung kok bisa ya? Semoga kisah berikutnya ndak kalah seru ya

  2. Ini kalo di blognya mbak leni tentang kukuriyaan kalo di mbak titi ini tentang jejepunan yaa hehe.
    Ah, andai tidak ada niatan untuk ke jepang dlm waktu dekat ini, cerita pengalaman mbak titi cukup menghiburku di pagi2 setelah bangun bobok ini hihi

  3. Kakak mentorku yang ajib, udah nyampe jepang travelingnya, ke Jepang itu harus ada deposit tabungan kira2 berapa ka? Trus itu malam menjelang pagi suasananya sepi sekali atau gimana, aku mah bisa jiper banget dah di negri orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *