Wisata Pengalengan Yang Penuh Kenangan, 2 Hari 1 Malam

Wisata Pengalengan Yang Penuh Kenangan, 2 Hari 1 Malam

Ini adalah trip KUBBU pertama yang saya ikuti di tahun ini, wisata Pengalengan. Sedih luar biasa mengingat ke Bandung trip Dilan aku berhalangan. Lah, begitu trip ke Pulau Pari bertepatan dengan persiapan aku pergi umrah. Jadi, wajar ya kalau aku excited banget.

Trip ini diawali dengan perjalanan Serpong – Cawang dengan kereta pemberangkatan terakhir. Ditambah lagi dengan drama macet menuju sekret BPJ. Untungnya ya, kita nggak telat, bersyukur banget pokoknya.

Ternyata sekitaran sekret nggak ada minimarket dong, jadilah kita panik donk ya gimana ini kita belum beli cemilan apa-apa. Akhirnya kita hanya berbekal air yang kita bawa dari kantor, sudah.

Sekitar tengah malam kita memulai perjalanan dengan minibus, dan tentu saja aku berdua Leni barengan duduknya dong. Di belakang, bangku isi 5 , yang diisi Miftah, Bagas, Bang Eka, Titi dan Leni. Jadi bisa dibayangkan ya, betapa pas-pasannya bangku itu. Belum lagi kaki Leni yang tak seberapa panjang kemudian akhirnya gantung-gantung nggak jelas.

Walhasil kita kurang tidur, tidak nyaman pokoknya. Sebal sekali akutuh, sebenernya ngantuk, tapi nggak bisa merem. Sekitar jam 5.30 akhirnya kita sampai di destinasi pertama, Sunset Point Cukul. Dengan matahari yang sudah sangat tinggi, alias kita kesiangan. Ditambah lagi dengan mata yang begitu sepet karena kurang tidur.

 

Sunrise View Cukul, Wisata Pengalengan

Sungguhlah, view di Cukul ini bukan kaleng-kaleng. Dari sini kita disuguhi kelak-kelok jalanan pegunungan di Pengalengan, ditambah hijau pepohonan yang rimbun, sangat pantas untuk dicintai. Berhubung kita cukup lama ngobrol bareng si bapak penjaga di mushola, akhirnya kita dibocorin salah satu spot foto cantik yang nggak pakai antre.

Wisata Pengalengan

Dan, kita juga coba naik lanjut ke spot-spot foto instagramable yang terkenal di Cukul. Asli, bagus-bagus banget dong, kalian wajib coba main ke sini. Hijau, sepanjang mata memandang, super adem dan cantik. Mata sepet? Tentu sudah hilang entah kemana, dibawa pulang kayanya sama kenangan masa lalu, eh.

Wisata Pengalengan

Pas kita lagi sibuk foto di spot favorite yang lumayan ramai ada mas-mas nyamperin dan nanya ke Leni perihal berapa lama di sini. Ternyata, mas ini serombongan sama kita cuma kita nggak kenal. Maka, kenalanlah kita, lalu akhirnya berteman, nama Jo, Joelius Gunawan, anak RT 33.

Wisata Pengalengan

Di Cukul ini kita lapar, ditemani pemandangan yang keren kita memesan mie goreng pakai telur yang lezatnya nggak pernah gagal. Si Jo ini tiba-tiba nawarin bakpia, kebetulan banget kita tuh sudah kelaparan nggak sanggup nunggu si akang masak mie. Akhirnya sembari nungguin mie goreng mateng, kita nyemilin bakpia Kurnia Sari yang enak itu. Cerita punya cerita, ini bakpia ternyata oleh-oleh dari Juna, yang sebenernya teman kita juga di KUBBU. Ternyata Jo ini temannya Juna, makasih loh Jun bakpianya. Karena dia pasti baca, dia kan ikut arisan blog. Whehehe.

 

Kebun Teh Malabar, Wisata Pengalengan

Cukul selesai, puas foto kemudian kita lanjut jalan balik ke bus. Perjalanan dilanjutkan menuju kebun the Malabar. Tadinya sempat berfikir mau bobo cantik sebentar, tapi ternyata nggak lama kita sampai. Akhirnya kita langsung turun dari bus dan jalan nanjak menyusuri kebun the di tengah panas matahari yang clekat-clekit.

Wisata Pengalengan

Sungguh, perjalanan itu dimulai dari kesenengan liat hijau daun teh, semangat foto tiada henti sampe berubah jadi lelah. Bayangkan saudara, di tengah terik matahari ternyata kita nanjak ke photo point. Dan nanjaknya, nggak main-main loh. Nanjak, dengan kondisi kurang tidur, debu kemarau berterbangan, aku sempat merasa ingin nangis.

Wisata Pengalengan

Tapi, begitu sampai di photo point, wow aku bahagia lagi. Aku tuh suka gitu deh, suka hampir nyerah sama proses. Begitu dapet hasilnya, eh waw langsung bahagia, gagal paham ya. Setelah puas foto-foto kita turun lagi, dan kita adalah rombongan paling belakangan. Tapi memang, selalu ada hikmah, akhirnya kita ngerassain difotoin Bang Wira,  fotografernya BPJ.

Aku, Leni dan Jo akhirnya bertiga-tigaan turun menerjang lautan debu dari tanah merah yang kering. Rasanya begitu sampai bus yang ber-ac rasanya, Subhanallah.

 

Rumah Boscha, Wisata Pengalengan

Setelah pulang dari Malabar kita jalan menuju Rumah Boscha. Ternyata teramat dekat, sangat dekat lebih tepatnya. Di bus nggak sampe 10 menit sampai lah kita di kediaman Boscha.

Wisata Pengalengan

Tempatnya asri, hijau, sejuk dan nyaman, Tapi sejujurnya hawa-hawa horor berasa juga di sana. Belum lagi Miko yang disuruh main piano nggak mau, bikin suasana makin horor.

Tapi, kalau kalian mau nginep di sini bisa juga kok, nggak usah takut. Di sini juga ada bangunan villa yang terpisah dari rumah utama, nah villa itu yang biasa disewakan untuk menginap. Eh, tapi kalau kalian penasaranpengen tidur di kamar bekas Boscha boleh loh. Kalau kalian bisa menginap dan baik-baik aja dikasih gratis sama masnya. MAu tahu kenapa? Cari tahu sendiri deh mendingan. Hehehehe.

 

Sepulang dari Rumah Boscha kita lanjut jalan ke penginapan, dan di jalan kita mampir ke tempat makan yang segala menu ada. Warung makan warna kuning ngejreng di pinggiran jalanan gitu. Di sini lah, kesabaran kita diuji. Menunggu pesanan dari tawa sampai mangkel karena nggak dateng-dateng. Sampai aku sempat mikir tentang, mungkin ayamnya baru ditangkep di kebun belakang. Luar biasa lamanya, beberapa sudah marah-,arah karena lapar.

Setelah kesabaran yang diuji akhirnya makanan datang, kita nunggu lebih dari satu jam kayaknya, luar biasa. Setelah kenyang kita akhirnya jalan ke penginapan. Sebelum Maghrib kita tiba di penginapan dengan dua kamar mandi saja dan dengan peserta hampir 30 orang. Di sini lah keakraban terbangun sempurna, memang selalu ada hikmah dibalik kesulitan yang datang.

 

Penginapan Dekat Situ Cileunca, Wisata Pengalengan

Tapi serius deh, penginapan kita viewnya secantik itu, viewnya tuh Situ Cileunca banget. Sunset dari balkon penginapan aja super cantik, ditambah lagi angin semriwing, top banget lah.

Wisata Pengalengan

Malam datang, dingin menyerang, makanan terhidang di taman depan. Bahagia sekali perut yang lapar terus ini. Rencana kita mau malam akrab di taman, tapi apa daya kita kalah soun sistem salama dangdutan di Villa atas. Congor kita yang mirip toa ini masih nggak sanggup melawan sound system mereka.

Lalu, kita akhirnya mengalah memilih jalan lain buat malam keakraban. Eh, beneran jadi akrab perkara kita melingkar di ruang tamu yang cukup sempit buat kita bertiga puluh. Sangat hangat di malam yang dingin, dan kita mulai main games ngapalin nama dan asal, semacam Bastian dari Harmoni.

Malam makin larut, dari yang nama aja nggak kenal sampai si Nina dari Depok bisa show ngegalau di tengah kita.  Malam akrab berhasil jadi luar biasa akrab, sampai malam terlalu larut dan mata mulai suntuk.

Perlahan, nggak perlahan sih mengingat tiba-tiba pagi datang dan Titi mengigil ngegelung di kasur. Subuh jadi cobaan luar biasa saudara, boro-boro mau mandi jam 3 a.m, menghindari antrean, hahaha. Semua hanya wacana saudara.

 

Situ Cileunca, Wisata Pengalengan

Wisata Pengalengan

Akhirnya sekitar jam 6.00 pagi kita baru jalan menuju Situ Cileunca, iya jalan kaki saking dekatnya. Dan, ini Situ cantek sekali, ditambah hiburan dari Bastian dari Harmoni yang ternyata bisa melucu. Kita foto-foto siluet dengan background kabut tipis dan orange nya langit.

Wisata Pengalengan

Begitu matahari sempurna naik, kita mulai foto dengan angle kabut tipis manja. Dan, dilanjut perahuan lucu berempat, tak lupa sebelumnya fefotoan berlima yang digangguin mulu sama Babang Eka yang mucul mulu. Untung babang ganteng, eh.

Wisata Pengalengan
Jo, Titi, Bagas, Leni, Miko (Nyempil Bang Eka dan Miftah)

Wisata Pengalengan

Beres dari sebrang, kita balik ke penginapan. Beres-beres, sarapan, mandi, lalu siap-siap pulang. Sekarang kita naik bus pakai strategi, mengingat duduk di bangku belakang tuh super nggak nyaman. Akhirnya, Alhamdulillah kita berlima bisa duduk layak di bangku dua-dua. Oia, kita berlima di sini adalah gw, Leni, Miko, Bagas dan Jo yang tiba-tiba jadi akrab gara-gara trip ini. Semoga pertemanan kita lanjut terus ya.

Sampai lah kita di rest area, solat, makan di Solaria, kenyang balik bus. Kita sampai di sekret lagi tepat persis kayak ittenerary. Cinta aku sama CP nya, siapa lagi kalau bukan Leni dan Bang Wira. Sampai jumpa di perjalanan lainnya, tunggu ya cerita aku berikutnya.

 

 

 

 

23 thoughts on “Wisata Pengalengan Yang Penuh Kenangan, 2 Hari 1 Malam

  1. Perjalanan ke pangalengan kemarin memang sangat seru. Selain destinasi, bercengkrama bareng teman seperjalanan itu sangat menyenangkan. Menyenangkannya melebihi destinasi itu sendiri 😀

  2. Ihiiiy.. selamaat yaa dapat teman baru lagi dari trip pengalengan… duh asli ngakak banget kalo inget pas terakhir buru2 naik bus biar nggak duduk di belakang.. makasih looh karenamu PIC gabut ini bisa duduk dengan nyaman… hahaha..

  3. Rencananya kita ngetrip bareng nih kak Titi, tapi menjelang hari H, saya cancel karena … ya sudahlah. Tokh saya sangat terhibur dengan cerita seseru ini dari Kak Titi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *